Tugas ke - 6


Nama : Mutiara Marini
Kelas  : 2 KA 27
NPM  : 14110886

Soal : Kepemimpinan dalam Organisasi
         jelaskan pengertian kepemimpinan, tipe-tipe kepemimpinan dan teory-teory kepemimpinan ?

a.  Pengertian Kepemimpinan 

     Kepemimpinan dalam organisasi adalah yang mana mempunyai tugas bagaimana kita bisa menjadikan sebuah  organisasi itu menjadi suatu yang solid. 

Pemimpin dan Kepemimpinan merupakan suatu kesatuan kata yang tidak dapat dipisahkan secara struktural maupun fungsional. Banyak muncul pengertian-pengertian mengenai pemimpin dan kepemimpinan, antara lain :
Pemimpin adalah figur sentral yang mempersatukan kelompok (1942)
Kepemimpinan adalah keunggulan seseorang atau beberapa individudalam kelompok, dalam proses mengontrol gejala-gejala sosial
Brown (1936) berpendapat bahwa pemimpin tidak dapat dipisahkan dari kelompok, akan tetapi boleh dipandang sebagai suatu posisi dengan potensi tinggi di lapangan. Dalam hal sama, Krech dan Crutchfield memandang bahwa dengan kebaikan dari posisinya yang khusus dalam kelompok ia berperan sebagai agen primer untuk penentuan struktur kelompok, suasana kelompok, tujuan kelompok, ideologi kelompok, dan aktivitas kelompok.
Kepemimpinan sebagai suatu kemampuan meng-handel orang lain untuk memperoleh hasil yang maksimal dengan friksi sesedikit mungkin dan kerja sama yang besar, kepemimpinan merupakan kekuatan semangat/moral yang kreatif dan terarah.
Pemimpin adalah individu yang memiliki program/rencana dan bersama anggota kelompok bergerak untuk mencapai tujuan dengan cara yang pasti.    


b.    Tipe-Tipe kepemimpinan 


  • Tipe Otokratik

    • Semua ilmuan yang berusaha memahami segi kepemimpinanotokratik mengatakan bahwa pemimpin yang tergolong otokratik dipandang sebagai karakteritik yang negatif.
      Dilihat dari persepsinya seorang pemimpin yang otokratik adalah seseorang yang sangat egois. Seorang pemimpin yang otoriter akan menujukan sikap yang menonjolkan “keakuannya”, antara lain dalambentuk :


  • kecenderungan memperlakukan para bawahannya sama dengan alat-alat lain dalam organisasi, seperti mesin, dan dengan demikian kurang menghargai harkat dan martabat mereka
  • pengutmaan orientasi terhadap pelaksanaan dan penyelesaian tugas tanpa mengkaitkan pelaksanaan tugas itu dengan kepentingan dan kebutuhan para bawahannya.
  • Pengabaian peranan para bawahan dalam proses pengambilan keputusan.

    • Gaya kepemimpinan yang dipergunakan pemimpin yang otokratik antara lain:
    • menuntut ketaatan penuh dari para bawahannya
    • dalam menegakkan disiplin menunjukkan keakuannya
    • bernada keras dalam pemberian perintah atau instruksi
    • menggunakan pendekatan punitif dalamhal terhadinya penyimpangan oleh bawahan.


  • Tipe Paternalistik

    • Tipe pemimpin paternalistik hanya terdapat di lingkungan masyarakat yang bersifat tradisional, umumnya dimasyarakat agraris. Salah satu ciri utama masuarakat tradisional ialah rasa hormat yang tinggi yang ditujukan oleh para anggiota masyarakat kepada orang tua atau seseorang yang dituakan.
      Pemimpin seperti ini kebapakan, sebagai tauladan atau panutan masyarakat. Biasanya tiokoh-toko adat, para ulama dan guru. Pemimpin ini sangat mengembangkan sikap kebersamaan.


  • Tipe Kharismatik

    • Tidak banyak hal yang dapat disimak dari literatur yang ada tentang kriteria kepemimpinan yang kharismatik. Memang ada karakteristiknya yang khas yaitu daya tariknya yang sangat memikat sehingga mampu memperoleh pengikut yang jumlahnya kadang-kadang sangat besar. Tegasnya seorang pemimpin yang kharismatik adalah seseorang yang dikagumi oleh banyak pengikut meskipun para pengikut tersebut tidak selalu dapat menjelaskan secara konkret mengapa orang tersebut dikagumi.


  • Tipe Laissez Faire

    • Pemimpin ini berpandangan bahwa umumnya organisasi akan berjalan lancar dengan sendirinya karena para anggota organisasiterdiri dari orang-orang yang sudah dewasa yang mengetahui apa yang menjadi tujuan organisasi, sasaran-sasaran apa yang ingin dicapai, tugas apa yang harus ditunaikan oleh masing-masing anggota dan pemimpin tidak terlalu sering intervensi.
      Karakteristik dan gaya kepemimpinan tipe ini adalah :


  • pendelegasian wewenang terjadi secara ekstensif
  • pengambilan keputusan diserahkan kepada para pejabat pimpinan yang lebih rendah dan kepada petugas operasional, kecuali dalam hal-hal tertentu yang nyata-nyata menuntut keterlibatannya langsung.
  • Status quo organisasional tidak terganggu
  • Penumbuhan dan pengembangan kemampuan berpikir dan bertindah yang inovatif diserahkan kepada para anggota organisasi yang bersangkutan sendiri.
  • Sepanjang dan selama para anggota organisasi menunjukkan perilaku dan prestasi kerja yang memadai, intervensi pimpinan dalam organisasi berada pada tingkat yang minimum.

    • Tipe Demokratik
    • Pemimpin yang demokratik biasanya memandang peranannya selaku koordinator dan integrator dari berbagai unsur dan komponen organisasi.
    • Menyadari bahwa mau tidak mau organisasi harus disusun sedemikian rupa sehingga menggambarkan secara jelas aneka ragam tugas dan kegiatan yang tidak bisa tidak harus dilakukan demi tercapainya tujuan.
    • Melihat kecenderungan adanya pembagian peranan sesuai dengan tingkatnya.
    • Memperlakukan manusia dengan cara yang manusiawi dan menjunjung harkat dan martabat manusia
    • Seorang pemimpin demokratik disegani bukannya ditakuti.
    c. Teory Kepemimpinan
    1. Teori Kepemimpinan Sifat ( Trait Theory )
    Analisis ilmiah tentang kepemimpinan berangkat dari pemusatan perhatian pemimpin itu sendiri. Teori sifat berkembang pertama kali di Yunani Kuno dan Romawi yang beranggapan bahwa pemimpin itu dilahirkan, bukan diciptakan yang kemudian teori ini dikenal dengan ”The Greatma Theory”. Dalam perkembanganya, teori ini mendapat pengaruh dari aliran perilaku pemikir psikologi yang berpandangan bahwa sifat – sifat kepemimpinan tidak seluruhnya dilahirkan akan tetapi juga dapat dicapai melalui pendidikan dan pengalaman. Sifat – sifat itu antara lain : sifat fisik, mental, dan kepribadian.
    Keith Devis merumuskan 4 sifat umum yang berpengaruh terhadap keberhasilan kepemimpinan organisasi, antara lain :
    a. Kecerdasan
    Berdasarkan hasil penelitian, pemimpin yang mempunyai kecerdasan yang tinggi di atas kecerdasan rata – rata dari pengikutnya akan mempunyai kesempatan berhasil yang lebih tinggi pula. Karena pemimpin pada umumnya memiliki tingkat kecerdasan yang lebih tinggi dibandingkan dengan pengikutnya.
    b. Kedewasaan dan Keluasan Hubungan Sosial
    Umumnya di dalam melakukan interaksi sosial dengan lingkungan internal maupun eksternal, seorang pemimpin yang berhasil mempunyai emosi yang matang dan stabil. Hal ini membuat pemimpin tidak mudah panik dan goyah dalam mempertahankan pendirian yang diyakini kebenarannya.
    c. Motivasi Diri dan Dorongan Berprestasi
    Seorang pemimpin yang berhasil umumnya memiliki motivasi diri yang tinggi serta dorongan untuk berprestasi. Dorongan yang kuat ini kemudian tercermin pada kinerja yang optimal, efektif dan efisien.
    d. Sikap Hubungan Kemanusiaan
    Adanya pengakuan terhadap harga diri dan kehormatan sehingga para pengikutnya mampu berpihak kepadanya.
    2. Teori Kepemimpinan Perilaku dan Situasi
    Berdasarkan penelitian, perilaku seorang pemimpin yang mendasarkan teori ini memiliki kecendrungan kearah 2 hal, yaitu :
    Pertama yang disebut dengan Konsiderasi yaitu kecendrungan seorang pemimpin yang menggambarkan hubungan akrab dengan bawahan. Contoh gejala yang ada dalam hal ini seperti : membela bawahan, memberi masukan kepada bawahan dan bersedia berkonsultasi dengan bawahan.
    Kedua disebut Struktur Inisiasi yaitu Kecendrungan seorang pemimpin yang memberikan batasan kepada bawahan. Contoh yang dapat dilihat , bawahan mendapat instruksi dalam pelaksanaan tugas, kapan, bagaimana pekerjaan dilakukan, dan hasil yang akan dicapai.
    Jadi, berdasarkan teori ini, seorang pemimpin yang baik adalah bagaimana seorang pemimpin yang memiliki perhatian yang tinggi kepada bawahan dan terhadap hasil yang tinggi pula.
    3. Teori Kewibawaan Pemimpin
    Kewibawaan merupakan faktor penting dalam kehidupan kepemimpinan, sebab dengan faktor itu seorang pemimpin akan dapat mempengaruhi perilaku orang lain baik secara perorangan maupun kelompok sehingga orang tersebut bersedia untuk melakukan apa yang dikehendaki oleh pemimpin.
    4. Teori Kepemimpinan Situasi
    Seorang pemimpin harus merupakan seorang pendiagnosa yang baik dan harus bersifat fleksibel, sesuai dengan perkembangan dan tingkat kedewasaan bawahan.
    5. Teori Kelompok
    Agar tujuan kelompok (organisasi) dapat tercapai, harus ada pertukaran yang positif antara pemimpin dengan pengikutnya.
    Bagi anda khususnya yang lagi menggarap makalah tentang kepemimpinan, artikel diatas bisa dijadikan referensi makalah tersebut. Jika menurut anda artikel diatas kurang lengkap, berikut duniabaca.com berbagi contoh makalah tentang kepemimpinan dalam bentuk file Microsoft word yang anda bisa dapatkan sekarang juga. Dalam contoh makalah ini telah dijelaskan latar belakang masalah, rumusan masalah serta tujuan penulisan dan lain sebagainya hingga penutup atau kesimpulan.




    OTOBIOGRAFI
    Tentang saya
    Nama saya  Mutiara Marini, saya lahir di daerah utara jakarta, tepatnya di bidan marina. Saya tiga bersaudara dan mempunyai kembaran yang bernama Mutiara Marina dan ade saya yang terkecil yaitu Cindy Aulia Permata Islandy kami dibesarkan oleh  kedua orang tua kami yang  Mulyani dan Ma’mun.
    Sejak saya kecil saya telah dipisahkan dengan kembaran saya, saya tinggal dijakarta bersama kedua orang tua saya sedangkan saudara kembar saya tinggal bersama nenek saya dipulau seribu. Kata nenek saya, saya dipisahkan dengan kakak saya dengan alasan ekonomi keluarga. Mungkin karena demikian setiap saya bertemu dengan kakak kembaran saya, saya selalu berkelahi. Dan sampai saya besar sayapun masih terus berkelahi dengan dia, entah kenapa setiap saya bertemu selalu saja berkelahi dengannya, tetapi ketika jauh saya merasa kehilangan.
    Saya SD di jakarta didaerah tanjung priuk, dan ketika kelas 4SD saya dipindahkan lagi ke pondok bambu, duren sawit jakarta timur, dan terakhir saya dipindahkan ke kepulauan seribu sampai saya lulus SMA. Masa-masa remaja saya sangat kurang menyenangkan karena saya hidup dilingkungan terpencil, ketika saya SMP saya masih tinggal dipuau seribu tepatnya di pulau pramuka.
     Ketika pertama kali berpacaran saat itu saya berusia  14 tahun, saya berpacaran dengan (berodong) kalo istilah gaulnya yang artinya umurnya dibawah saya, dia orang yang baik, sopan dan tidak banyak bicara, karena saat itu saya masih kecil jadi cara berpacarannya masih surat-suratan, hehe. Walaupun begitu bagi saya dia sangat berkesan karena dengan mengenalnya saya telah mengerti suka kepada lawan jenis.
    Ketika Aktif  Berorganisasi
    Saya aktif organisasi Pramuka ketika saya masih SMP sampai saya SMA, pengalaman saya berorganisasi pramuka sangat banyak, apalagi ketika saya ikut kemah dari kota ke kota dan tempat ke tempat dari yang didaerah asal saya yaitu pulaiu seribu, jakarta yaitu dicibubur dan dibandung tepatnya di jatinangor, pada saat dijatinangor adalah pengalaman yang tidak dapat dilupakan dari kegiatan-kegiatannya yang asik juga teman-teman yang ikut semua adalah teman-teman baikku, dan pariwisatanya yang sungguh mengesannkan, pada saat itu saya periwisata ke sumedang, garut dan saya menjadi tahu cara pembuatan dodol garut secara langsung dan bisa mencicipi tahu asli sumedangnya sendiri dan yang sangat mengesankan adalah waktu saya ke garut saya mengunjungi salah satu tempat pariwisata yang terkenal disana yaitu candi Cangkuang, konon katanya candi itu peninggalan pahlawan-pahlawan asal garut yang disemayamkan disana. Selain daerahnya yang bagus, saya juga bejalan-jalan keliling candi menggunakan  kapal cangkuang dan membeli beberapa oleh-oleh untuk keluarga saya. Dan dilain waktu saat saya SMA kelas 1 saya juga mengikuti kegiatan pramuka dengan perkemahan yang dinamakan RAINAS (Raimuna Nasional) untuk tingkat SMA sedangkan dan yang tadi saya ceritakan diatas adalah ketika saya mengikuti kegiatan pramuka yang dinamakan JAMNAS(    Jambore Nasional) untuk tingkat SMP, pada saat saya mengikuti RAINAS semestinya saya menjadi panitia karena dalam pramuka saya sudah menjadi penegak tapi apa dikata saya akhirnya hanya menjadi peserta tidak seperti temen-temen saya yang menjadi panitia, meskipun agak kecewa tapi menjadi peserta ternyata enak dan menyenangkan selain telah difasilitasi tapi kita mendapatkan kegiatan-kegiatan yang tak kalah asik dibandingkan dengan JAMNAS di jatinagor dulu, kegiatan disana antara lain yaitu keliling kota jakarta, walaupun sudah terbiasa dengan kota jakarta bagi saya tapi tidak bagi peserta yang berada diluar jakarta karena acara tersebut dihadiri oleh seluruh anak pramuka diindonesia, jadi bagi mereka yang tidak pernah kejakrta merasa sangat senang ketika mereka diberikan kegiatan berkeliling jakarta, walaupun saya besar dijakarta entah kenapa saya merasa saya belum begitu mengenal jakarta sebelum saya ikut acara pramuka tersebut, saya mengenal lebiih jauh tentang busway, monas dan tempat-tempat lain yang terkenal dijakarta. Ketika saya dapat kegiatan pariwisata ke dufan saya memutuskan untuk menaiki Tornado,  dan benar-benar tidak bisa dilupakan ketika itu jantung saya mau copot, dan saya akhirnya trauma ntuk menaiki itu lagi. Walaupun menegangkan tapi saya fikir-fikir asik juga.  Itulah pengalaman saya yang tidak bisa dilupakan ketika saya mengikuti organisasi pramuka, namun ketika saya berkecimpung dalam organisasi OSIS saya jadi sibuk dengan program kerja dan tidak aktif dipramuka karena lebih disibukan dengan kegiatan-kegiatan yang diselenggarakan oleh OSIS, saat saya menjabat menjadi wakil osis saya mengadakan acara pensi sekolah yang bisa dibilang lumayan sukses mejebol pagar SMA N 69, acara begitu meriah sampai-sampai terjadi keributan antar sesama panitia dan para guru pun agak cek cok, tapi acara pun bisa dijalankan sesuai dengan rencana yang ada, dan program kerja saya juga mengadakan tadabur alam yang diadakan dialam bebas dengan tujuan untuk lebih menghargai alam dan mencintai alam beserta penciptanya , namun sayang saya tidak ikut terjun langsung pada saat kegiatan itu dikarenakan saya mengalami sakit herpes dan saya sangat memnyesal karena tidak bisa mengikuti acara yang telah saya rencanakan sebelumnya dengan anggota osis yang lain. Tapi tidak berhenti sampai disitu saya juga mempunya proker yang setiap tahunnya mengadakan study banding, dengan tujuan mengakrabkan sesama sekolah menengah atas untuk menjalin kerja sama yang bagus nantinya dan pula untuk menguji kemampuan masing-masing murid dari sekolahnya, yang dilombakan pada study banding itu adalah perlombaan basket, volly dan sepak bola. Berhubung SMA yang ada dikepulauan seribu Cuma ada 2, jadi apa boleh buat sekolah kami hanya bisa bertanding dengan sekolah menengah kejuruan yang terletak didaerah pulau tidung. Pesantren kilat termasuk pada program kerja saya waktu menjabat di organisasi siswa antar sekolah, acara bernuansa islami yang sangat didukung oleh para guru-guru kami, kegiatan didalamnya menurut saya agak membosankan tapi tidak bisa dipungkiri bagus untuk pendidikan agama bagi kami para remaja yang telah banyak kekurangan pelajaran agama, dan banyak diusia kita yang menggangap sepele masalah agama. Dan masih banyak program kerja yang kami buat sewaktu saya menjadi wakil osis dulu.
    Kampung Halaman Saya
    Sekarang saya ingin bercerita tentang kampung halaman dimana saya dibesarkan dari semenjak pertengahan SD sampai saya lulus di SMA, kampung halaman saya bernama kepulauan seribu yang terletak di utara jakarta, kepulauan seribu ini dulunya masih menjadi bagian dari Jakarta Utara, namun sekarang telah memisahkan diri sendiri menjadi kabupaten, seiring dengan perkembangannya menjadi kabupaten dijakarta, kepulauan seribu sendiri menjadi mandiri untuk membina wilayahnya sehingga sekarang menjadi pulau yang dikenal oleh berbagai masyarakat dari berbagai kalangan, kenapa ? karena mereka membudidayakan segala sesuatu yang menjadi objek wisata sangat bagus dan terampil, dari alamnya yang sangat diminati oleh penikmat pantai yang bersih dan asri, maupun dari pelayanan yang diberikan oleh masyarakat situ sendiri yang memang sebagian besar orang-orang disana raman dan santun, itu salah satu kelebihan yang dimilikinya, selain itu banyak para anak remaja seperti saya yang memanfaatkan kesempatan seperti itu, untuk membuka traveling yang otomatis akan membuka lapangan pekerjaan bagi sebagian masyarakat disana. Saya pun pernah ikut terjun untuk membantu teman saya traveling atau menjadi tour guide untuk para wisatawan lokal maupun domestik, saya pun terkadang membawa teman-teman kampus saya untuk mengunjungi kampung halaman saya itu dan alhasil mereka semua malah mau lagi dan lagi untuk kesana, selain teman-teman saya bisa berenang, snorkling, dan jalan-jalan, mereka disana dijamu khusus oleh keluarga saya disana, mereka senang dengan pelayanan yang saya berikan maka mereka tidak segan untuk datang lagi dan lagi ke wilayah saya yang nyaman dan alami itu. Kenapa saya bilang alami selain disana tidak terdapat mobil, motor pun jumlah nya sangat terbatas oleh karena itu wisatawan tidak perlu takut akan macet maupun polusi seperti dijakarta, lain halnya dengan dipulau Tidung, yang saya jelaskan panjang lebar diatas itu ialah Pulau Pramuka, sedangkan di Tidung letaknya dua kali lebih besar dibandingkan dengan di pulau pramuka disana juga terdapat beberapa mobil yang biasanya dijadikan sebagai sarana rekreasi masyarakat disana, terdapat pula ondong-ondong yang berbentuk motor tapi dengan bak terbuka, aneh ya memang aneh, nah dari situlah daya tarik kepulauan seribu menjadi objek yang pas untuk wisata keluarga.



    Keluarga Besar saya
    Berbicara soal keluarga besar saya mempunyai nenek yang tinggal di kepualuan seribu, nenek dari ibu saya yang tinggal dipulau pramuka, nenek saya mempunyai 8 orang anak dan mamah saya ada pada urutan ke 4, keluarga besar saya sangat akur dan harmonis, kalo cerita tentang keluarga saya tidak ada habisnya, dari anak nenek saya yang pertama bernama susilowati dan suaminya hamdani uwa saya yang itu sudah pergi haji sebanyak 3 kali, memang sih kondisi perekonomiannya bisa dibilang lebih dari cukup dibandingkan dengan kondisi keuangan saya dan keluarga saya yang lainya, dia mempunya 3 orang anak, dan saya paling akran dengan anaknya yang terakhir yaitu irfan, abang saya yang satu itu emang baik banget, setiap saya sedang susah dia selalu membantu saya selama saya jauh dari orang tua, dan ma muda saya bernama sri wahyuningsih, dia sangat cantik dibandingkan dengan anak nenek saya yang lainnya, emang harus saya akui itu, tapi yang paling saya sayang adalah kedua anaknya yang bernama Quiezal dan kanza, lucu-lucu banget anak 2 itu, suka gemes banget deh sama kenakalan-kenakalannya, ga Cuma kanza dan quizal ada lagi anak dari tante saya yang bernama rifky kalo udah lagi main bertiga pasti kocak lihat tingkah laku anak-anak bocah itu.
    Percintaan di Masa Remaja
    Waktu saya kelas 1 SMA saya mempunya pacar bernama fahmi, dia itu anak dari guru fisika SMP saya, anaknya imut, gemesin, dan ga malu kalo dibawa kemana-mana, Cuma sayangnya dia kalo udah dibekasi suka lupa sama saya, jadi kadar sayang saya sama dia berkurang yang ngebuat saya mutusin untuk selingkuh dengan teman pramuka saya yang bernama ryan, waktu itu ryan nyebelin banget dipramuka, dia salah satu orang yang gue benci waktu gue ikut kemping dicibubur, dia pun tahu kalo gue udah punya pacar, tapi ga tau kenapa dia selalu aja cari perhatian gitu sampai akhirnya saya malah lebih diperhatiin sama ryan dibandingkan fahmi, saya itu tipe orang yang seneng banget diperhatiin dan dapet perhatian lebih dari orang, jadi senyamannya saya sama dia, dialah yang bakal jadi orang terdekat saya, dan perjalanan percintaan kami pun putus dalam waktu sebulan, dikarena long distance, I hate long distance. Saya fikir buat apa coba pacaran jarak jauh, Cuma buang-buang waktu dan satu lagi Pulsa ! yaah akhirnya seputus saya dengan fahmi dan ryan saya kembali deket sama cowok, dan dia buka tipe saya banget dari atas sampai bawah, Cuma mamah saya mendukung banget saya sama dia, sampai pas saya mau ketemuan aja dipilihin baju yang paling bagus, ah maklumlah dia berasal dari keluarga baik-baik dan terpandang pula disana, akhirnya saya sama dia pun Cuma pacaran lewat telpon aja, karena saya merasa bosan akhirnya saya putusin untuk cari yang lain. Kalo omongin masalah pacar banyak banget dan ga bakal habis-habis ceritanya, langsung ke pacar saya yang pinter lukis aja yaa. Dulu saya itu suka banget saya dia sewaktu dia masih pacaran sama pacar nya, bener-bener suka banget sama dia, apalagi stelah dia bilang dia suka sama saya,  tapi saya kecewa banget karena itu Cuma tipuan belaka, semenjak itu saya benci banget sama dia, tapi setelah dia tahu yang sebenernya kalo saya suka banget sama dia, dia merasa kasian dan iba sama saya, dan dia jadi baik banget sama saya, dan dia juga pernah ngelukis saya dengan lukisan yang sangaat bagus dan munculah perasaan saya lagi dengan dia, sampai akhirnya kita berdua jadian, tapi apa nyata nya setelah dijalanin sama dia, masalah dengan mantannya selalu aja ngebebanin kita, sampai akhirnya saya nyerah, kalo emang saya emang ga pantes buat dia, mungkin dia emang ditakdirkan buat pacarnya yang sebelum saya itu, yasudahlah, dari situ saya ga berniat untuk berpacaran lagi, hingga suatu hari ada seorang cowok yang mantannya teman dekat saya waktu saya kelas 1 SMA, kami pn deket dan deket akhirnya jadian karena mak jomblangnya pun twmannya dia yang juga teman kelas saya, nama nya Rizky bayu azhar dan dulu saya manggil dia IQY,  saya akui kalau saya benar-benar ngerti arti sayang sesungguhnya waktu sama dia, kita pun ngejalanin nya dengan waktu yang lama, walaupun banyak perbedaan pendapat dan sikap dia yang super cuek sama saya entah kenapa saya selalu bisa untuk memaafin dia, dia selalu berhasil buat saya luluh dan akhirnya balikan lagi dan balikan lagi setiap saya minta putus, tapi lama-lama saya merasa ga nyaman sama sikap dia yang arogan, semaunya dan selalu anggap saya gak ada kalo didepan teman-temanya, saya sangat meyangangkan hubungan yang selama 2 tahun saya jalin akhir nya putus sia-sia tanpa ada kata maaf dari dia, sedih banget rasanya dipermainin berkali-kali kaya gitu, sampai pada akhirnya saya kuliah dan saya menemukan teman kelas saya yang selalu bisa bikin saya tertawa dalam kondisi apapun, saya ngerasa nyaman banget diwaktu saya dekat dengan dia, tapi sayangnya dia bialng kita berdua gak mungkin, karena pada saat itu juga dia mempunyai pacar dan karena kedekatan saya dengan dia pacarnya dia salah paham dengan kami berdua dan dari situ saya pun agak jaga jarak dengan dia dan ga mau lagi dibilang perusak hubungan orang, hal seperti itu sering sekali saya alami apalagi sewaktu saya SMA, tapi yasudahlah saya mencoba buang perasaan aneh dan nyaman saya saat dekat dengan dia, saya mencoba bersikap biasa aja walaupun emang sulit, akhirnya ada satu orang cowok yang minta nomer hp saya, kelihatannya cowok itu mencari perhatian saya dari cara dia natap mata saya, Cuma dia bilang sih nomernya buat temannya, lucu banget, haha.. lama kelamaan kita pun sering komunikasi via handphone, dan akhirnya kita dekat dan dekat akhinya dia nyatain cinta, dan akhirnya kita berdua pun ngejalanin hubungan yang backstreet sampai sekarang. 

    Teori Organisasi Umum


    1. sebutkan ada berapa macam tipe dan bentuk organisasi ?
    2. buatlah struktur dan bagian organisasi ?


    Berdasarkan Tipe atau bentuknya:
    Dalam perkembangan untuk saat ini pada pokoknya ada 6 bentuk organisasi yang perlu diperhatikan. Bentuk organisasi tersebut adalah:
    a. ORGANISASI LINI (LINE ORGANIZATION)
    Diciptakan oleh Henry Fayol, Organisasi lini adalah suatu bentuk organisasi yang menghubungkan langsung secara vertical antara atasan dengan bawahan, sejak dari pimpinan tertinggi sampai dengan jabatan-jabatan yang terendah, antara eselon satu dengan eselon yang lain masing-masing dihubungkan dengan garis wewenang atau komando. Organisasi ini sering disebut dengan organisasi militer. Organisasi Lini hanya tepat dipakai dalam organisasi kecil. Contohnya; Perbengkelan, Kedai Nasi, Warteg, Rukun tetangga.
    Ciri-ciri:
    • Hubungan antara atasan dan bawahan masih bersifat langsung dengan satu garis wewenang
    • Jumlah karyawan sedikit
    • Pemilik modal merupakan pemimpin tertinggi
    • Belum terdapat spesialisasi
    • Masing-masing kepala unit mempunyai wewenang & tanggung jawab penuh atas segala bidang pekerjaan
    • Struktur organisasi sederhana dan stabil
    • Organisasi tipe garis biasanya organisasi kecil
    • Disiplin mudah dipelihara (dipertahankan)
    Keuntungan-keuntungan penggunaan organisasi tipe garis adalah :
    1. Ada kesatuan komando yang terjamin dengan baik
    2. Disiplin pegawai tinggi dan mudah dipelihara (dipertahankan)
    3. Koordinasi lebih mudah dilaksanakan
    4. Proses pengambilan keputusan dan instruksi-instruksi dapat berjalan cepat
    5. Garis kepemimpinan tegas, tidak simpang siur, karena pimpinan langsung berhubungan dengan bawahannya sehingga semua perintah dapat dimengerti dan dilaksanakan
    6. Rasa solidaritas pegawai biasanya tinggi
    7. Pengendalian mudah dilaksanakan dengan cepat
    8. Tersedianya kesempatan baik untuk latihan bagi pengembangan bakat-bakat pimpinan.
    9. Adanya penghematan biaya
    10. Pengawasan berjalan efektif
    Kelemahan-kelemahan organisasi garis
    1. Tujuan dan keinginan pribadi pimpinan seringkali sulit dibedakan dengan tujuan organisasi
    2. Pembebanan yang berat dari pejabat pimpinan , karena dipegang sendiri
    3. Adanya kecenderungan pimpinan bertindak secara otoriter/diktaktor, cenderung bersikap kaku (tidak fleksibel).
    4. Kesempatan pegawai untuk berkembang agak terbatas karena sukar untuk mengabil inisiatif sendiri
    5. Organisasi terlalu tergantung kepada satu orang, yaitu pimpinan
    6. Kurang tersedianya saf ahli
    Contoh bagan organisasi lini :
    http://amamizu.files.wordpress.com/2010/10/untitled1.jpg?w=400&h=250
    b. ORGANISASI LINI DAN STAF (LINE AND STAFF ORG)
    Merupakan kombinasi dari organisasi lini, asaz komando dipertahankan tetapi dalam kelancaran tugas pemimpin dibantu oleh para staff, dimana staff berperan memberi masukan, bantuan pikiranm saran-saran, data informasi yang dibutuhkan:
    Ciri-ciri:
     Hubungan atasan dan bawahan tidak bersifat langsung§
     Pucuk pimpinan hanya satu orang dibantu staff§
     Terdapat 2 kelompok wewenang yaitu lini dan staff§
     Jumlah karyawan banyak§
     Organisasi besar, bersifat komplek§
     Adanya spesialisasi§
    Keuntungan penggunaan bentuk organisasi garis dan staf:
    1. Asas kesatuan komando tetap ada. Pimpinan tetap dalam satu tangan.
    2. Adanya tugas yang jelas antara pimpian staf dan pelaksana
    3. Tipe organisasi garis dan staf fleksibel (luwes) karena dapat ditempatkan pada organisasi besar maupun kecil.
    4. Pengembalian keputusan relatif mudah, karena mendapat bantuan/sumbangn pemikiran dari staf.
    5. Koordinasi mudah dilakukan, karena ada pembagian tugas yang jelas.
    6. Disiplin dan moral pegawai biasanya tinggi, karena tugas sesuai dengan spesialisasinya
    7. Bakat pegawai dapat berkembang sesuai dengan spesialisasinya.
    8. Diperoleh manfaat yang besar bagi para ahli
    Kelemahan-kelemahan dari bentuk Organisasi garis dan staf:
    1. Kelompok pelaksana terkadang bingung untuk membedakan perintah dan bantuan nasihat
    2. Solidaritas pegawai kurang, karena adanya pegawai yang tidak saling mengenal
    3. Sering terjadi persaingan tidak sehat, karena masing-masing menganggap tugas yang dilaksanakannyalah yang penting
    4. Pimpinan lini mengabaikan advis staf
    5. Apabila tugas dan tanggung jawab dalam berbagai kerja antara pelajat garis dan staf tidak tegas, maka akan menimbulkan kekacauan dalam menjalankan wewenang
    6. Penggunaan staf ahli bisa menambah pembebanan biaya yang besar
    7. Kemungkinan pimpinan staf melampaui kewenangan stafnya sehingga menimbulkan ketidaksenangan pegawai lini
    8. Kemungkinan akan terdapat perbedaan interpretasi antara orang lini dan staf dalam kebijakan dan tugas-tugas yang diberikan sehingga menimbulkan permasalahan menjadi kompleks.
    Contoh bagan :
    http://amamizu.files.wordpress.com/2010/10/untitled2.jpg?w=412&h=240
    c. ORGANISASI FUNGSIONAL (FUNCTIONAL ORG)
    Diciptakan oleh Frederick W. Taylor, Organisasi ini disusun berdasarkan sifat dan macam pekerjaan yang harus dilakukan, masalah pembagian kerja merupakan masalah yang menjadi perhatian yang sungguh-sungguh.
    Ciri-ciri:
     Pembidangan tugas secara tegas dan jelas dapat dibedakan©
     Bawahan akan menerima perintah dari beberapa atasan©
     Pekerjaan lebih banyak bersifat teknis©
     Target-target jelas dan pasti©
     Pengawasan ketat©
     Penempatan jabatan berdasarkan spesialisasi©
    Keuntungan-keuntungan menggunakan organisasdi fungsional :
    1. Spesialisasi dapat dilakukan secara optimal
    2. Para pegawai bekerja sesuai ketrampilannya masing-masing
    3. Produktivitas dan efisiensi dapat ditingkatkan
    4. Koordinasi menyeluruh bisa dilaksanakan pada eselon atas, sehingga berjalan lancar dan tertib
    5. Solidaritas, loyalitas, dan disiplin karyawan yang menjalankan fungsi yang sama biasanya cukup tinggi.
    6. Pembidangan tugas menjadi jelas
    Kelemahan-kelemahan organisasi fungsional:
    1. Pekerjaan seringkali sangat membosankan
    2. Sulit mengadakan perpindahan karyawan/pegawai dari satu bagian ke bagian lain karena pegawai hanya memperhatikan bidang spesialisasi sendiri saja
    3. Sering ada pegawai yang mementingkan bidangnya sendiri, sehingga koordinasi menyeluruh sulit dan sukar dilakukan
    Contoh Bagan Organisasi Bentuk Fungsional
    http://amamizu.files.wordpress.com/2010/10/untitled3.jpg?w=412&h=240
    d. ORGANISASI LINI & FUNGSIONAL (LINE & FUNCTIONAL ORG)
    Suatu bentuk organisasi dimana wewenang dari pimpinan tertinggi dilimpahkan kepada perkepala unit dibawahnya dalam bidang pekerjaan tertentu dan selanjutnya pimpinan tertinggi tadi masih melimpahkan wewenang kepada pejabat fungsional yang melaksanakan bidang pekerjaan operasional dan hasil tugasnya diserahkan kepada kepala unit terdahulu tanpa memandang eselon atau tingkatan.
    Ciri-ciri:
     Tidak tampak adanya perbedaan tugas-tugas pokok dan tugas-tugas yang bersifat bantuan.ª
     Terdapat spesialisasi yang maksimalª
     Tidak ditonjolkan perbedaan tingkatan dalam pemabagian kerjaª
    Kebaikan organisasi Lini dan fungsional :
    1. Solodaritas tinggi
    2. Disiplin tinggi
    3. Produktifitas tinggi karena spesialisasi dilaksanakan maksimal
    4. Pekerjaan – pekerjaan yang tidak rutin atau teknis tidak dikerjakan
    Sedangkan keburukannya adalah :
    1. Kurang fleksibel dan tour of duty
    2. Pejabat fungsional akan mengalami kebingungan karena dikoordinasikan oleh lebih dari satu orang
    3. Spesiaisasi memberikan kejenuhan
    Contoh bagan organisasi Lini dan Fungsional
    http://amamizu.files.wordpress.com/2010/10/untitled4.jpg?w=600&h=368
    e. ORGANISASI LINI, FUNGSIONAL DAN STAF (LINE, FUNCTIONAL AND STAFF ORG)
    Organisasi ini merupakan perkembangan lebih lanjut dari organisasi berbentuk lini dan fungsional.
    Ciri-ciri:
     Organisasi besar dan kadang sangat ruwet©
     Jumlah karyawan banyak.©
     Mempunyai 3 unsur karyawan pokok:©
     Karyawan dengan tugas pokok (line personal)˜
     Karyawan dengan tugas bantuan (staff personal)˜
     Karyawan dengan tugas operasional fungsional (functional group)˜
    f. ORGANISASI KOMITE (COMMITE ORG)
    Suatu organisasi dimana tugas kepemimpinan dan tugas tertentu lainnya dilaksakan secara kolektif.
    Organisasi komite terdiri dari :
    1. Executive Committee ( Pimpinan Komite)
      yaitu para anggotanya mempunyai wewenang lini
    2. Staff Committee
      yaitu orang – orang yang hanya mempunyai wewenang staf
    Ciri-ciri:
     Adanya dewan dimana anggota bertindak secara kolektifŽ
     Adanya hak, wewenang dan tanggung jawab sama dari masing-masing anggota dewan.Ž
     Asas musyawarah sangat ditonjolkanŽ
     Organisasinya besarŽ & Struktur tidak sederhana
     Biasannya bergerak dibidang perbankan, asuransi, niaga.Ž
    Kebaikan Organisasi komite
    1. Pelaksanaan decision making berlangsung baik karena terjadi musyawarah dengan pemegang saham maupun dewan
    2. Kepemimpinan yang bersifat otokratis yang sangat kecil
    3. Dengan adanya tour of duty maka pengembangan karier terjamin
    Sedangkan keburukannya
    1. Proses decision making sangat lambat
    2. Biaya operasional rutin sangat tinggi
    3. Kalau ada masalah sering kali terjadi penghindaran siapa yang bertanggung jawab



    Pengikut

    Diberdayakan oleh Blogger.

    Cari Blog Ini